Penjelasan Tentang Surat Setoran Pajak (SSP) / SSBP / SSPB

Penjelasan Tentang Surat Setoran Pajak (SSP) / SSBP / SSPB

Penjelasan Tentang Surat Setoran Pajak (SSP) / SSBP / SSPB | portalkppn.com РTerkadang Satuan Kerja mitra kerja KPPN keliru membedakan surat setoran antara SSP, SSBP dan SSPB.

Ada yang mengisi setoran pajak dengan menggunakan SSBP, mengisi setoran kerugian negara dengan SSP atau SSPB dan menggunakan SSBP untuk mengembalikan kelebihan belanja tahun anggaran berjalan.

Oleh karena itu pada artikel kali ini admin akan membahas perbedaan dan kegunaan ketiga surat setoran tersebut.

Surat Setoran Pajak (SSP)

SSP adalah formulir yang digunakan untuk mencatat penyetoran pajak ke Kas Negara. Sebagai pengingat, akun-akun yang dicantumkan dalam SSP biasanya menggunakan kode akun penerimaan 4XXXXX.

SSP dapat diperoleh di kantor pajak terdekat, dan biasanya juga dijual oleh toko-toko dan percetakan. SSP dapat juga dibuat dan dicetak sendiri sesuai dengan form yang ditetapkan.

Untuk mengunduh blanko dan petunjuk pengisian SSP, klik di bawah ini.

Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP)

SSBP (Surat Setoran Bukan Pajak) adalah formulir yang digunakan untuk mencatat penyetoran penerimaan negara bukan pajak ke Rekening Kas Negara. Akun-akun yang digunakan dalam formulir ini adalah akun-akun penerimaan bukan pajak.

Transaksi yang biasa terjadi menggunakan SSBP antara lain:

  • penyetoran kerugian negara
  • kelebihan pembayaran tahun anggaran yang lalu
  • penyetoran uang persediaan (UP) dan tambahan uang persediaan (TUP) yang tidak digunakan
  • penerimaan lain-lain.

Tidak seperti formulir SSP yang sudah sangat familiar dan mudah didapatkan dimana saja. SSBP agak sulit didapatkan karena penggunaannya yang masih secara insidentil dan volume penggunaan lebih sedikit dibanding SSP sehingga tidak banyak dijual di tempat-tempat umum.

Kantor instansi vertikal Ditjen Perbendaharaan seperti Kantor Wilayah dan KPPN dapatnya menyediakan formulir SSBP.

Dan bila tidak tersedia juga, maka mau tidak mau Satuan Kerja yang akan menggunakan SSBP harus mencetak atau membuatnya sendiri sesuai dengan formulir yang ditetapkan.

Untuk mengunduh blanko SSBP, klik di bawah ini.


Baca Juga:

    Surat Setoran Pengembalian Belanja (SSPB)

    SSPB (Surat Setoran Pengembalian Belanja) adalah formulir yang digunakan untuk mencatat penyetoran kelebihan penggunaan/realisasi anggaran tahun berjalan.

    Ada kalanya realisasi anggaran yang dilakukan satuan kerja/instansi pemerintah melebihi dari yang seharusnya yang disebabkan kesalahan perhitungan. Kelebihan ini harus segera disetorkan dalam tahun anggaran berjalan dengan menggunakan SSPB.

    Namun bila kelebihan ini terlambat diketahui atau terlambat disetorkan dalam tahun anggaran berjalan yang berakibat pada penyetoran pada tahun anggaran berikutnya, maka formulir yang digunakan bukan SSPB melainkan harus SSBP.

    Transaksi yang biasa menggunakan SSPB adalah kelebihan pembayaran gaji pegawai, kelebihan pembayaran biaya perjalanan dinas, kelebihan pembayaran honor dan kelebihan pembayaran lainnya.

    Akun-akun yang digunakan dalam SSPB adalah akun-akun yang sama dengan yang dipakai saat realisasi anggaran.

    Misal, pembayaran biaya perjalanan dinas menggunakan akun 524111, maka jika terjadi kelebihan pembayaran, penyetoran pembayarannya juga menggunakan akun 524111.

    Seperti halnya SSBP, formulir SSPB agak sulit ditemukan karena tidak banyak yang menjualnya. Namun, biasanya kantor vertikal Ditjen Perbendaharaan seperti Kantor Wilayah dan KPPN menyediakan formulir SSPB.

    Namun, bila tidak tersedia penggunanya harus membuat dan mencetak sendiri formulir SSPB tersebut.

    Untuk mengunduh blanko SSPB, klik di bawah ini.

    Demikian Penjelasan Tentang Surat Setoran Pajak (SSP) / SSBP / SSPB.

    Semoga bermanfaat..!

    About PortalKPPN 135 Articles
    Unofficial Mekanisme Perbendaharan dan Pencairan Dana APBN. Baca : Disclaimer!

    Be the first to comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.


    *