Pada artikel ini saya akan membahas tentang pembukuan bendahara pengeluaran menggunakan Aplikasi Silabi yang merupakan bagian dari Aplikasi SAS 2017.

Semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman satker bendahara yang baru atau yang ingin me-refresh kembali cara pembukuan dan membuat LPJ bendahara pengeluaran menggunakan Aplikasi Silabi ini.

Dasar hukum pembukuan bendahara adalah : PER-03/PB/2014 tentang Petunjuk Teknis Penatausahaan, Pembukuan, dan Pertanggungjawaban Bendahara Pada Satker Pengelola APBN Serta Verifikasi Laporan Pertanggungjawaban Bendahara;

Sebelum melakukan perekaman data transaksi pada Aplikasi Silabi, pastikan satuan kerja telah memenuhi syarat sebagai berikut :

  1. Telah mengupdate Aplikasi SAS minimal Versi 17.0.2;
    Aplikasi SAS Versi 17.0.2 dapat di unduh di Installer Awal dan Update Aplikasi SAS Lengkap.
  2. Telah melakukan transfer pagu pada Aplikasi SAS.
    Caranya bisa dilihat di Cara Transfer Pagu DIPA Pada Aplikasi SAS 2017.
  3. Telah melakukan setting referensi pada Aplikasi SAS.
    Caranya lihat di Cara Setting Referensi Aplikasi SAS 2017;
  4. Telah merekam user dengan level bendahara pengeluaran melalui Admin pada Aplikasi SAS;

    Caranya :

    • Login ke Aplikasi SAS 2017 level Admin, dengan user : admin, pass : admin;
    • Masuk ke menu Referensi I » User;
    • Kemudian rekam user baru level bendahara pengeluaran. Kode Level = 2; Menu = 4; Kode BPP = 000;
      tutorial aplikasi silabi

      Perlu diingat bahwa kode BPP untuk bendahara pengeluaran harus 000, kode selain 000 diperuntukkan untuk Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP).

      Jika muncul pesan “Kode Referensi BPP belum direkam”, atau setelah login Aplikasi Silabi muncul pesan “Setting Default Bendahara Belum Dilakukan” berarti satker belum membuka menu Referensi I » BPP melalui level user admin, cukup hanya dibuka dan ditutup kembali, kecuali memang memiliki BPP (Bendahara Pengeluaran Pembantu), rekam sesuai jumlah BPP dan dana UP yang dikelola;
      Penjelasan bisa lihat di Cara Setting Referensi Aplikasi SAS 2017 angka 2;

      Referensi BPP (melalui admin, Referensi I » BPP) yang benar jika tidak memiliki Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) » Kosong, tidak direkam apapun.
      tutorial aplikasi silabi

    • Jika sudah merekam user bendahara pengeluaran, klik Simpan.
  5. Melengkapi isian referensi rekening bendahara pengeluaran pada Aplikasi Silabi, melalui menu Referensi » Rekening Bendahara;
    tutorial aplikasi silabi
    Pilih Rekam, kemudian isi Jenis Rekening : 20, Kode BPP : 000, Mata Uang : IDR.
    Jika sudah diisi semua, kemudian Simpan.

    Kode BPP untuk Bendahara Pengeluaran harus 000, jika diisi selain 000, akan mengakibatkan nomor rekening tidak muncul pada saat melakukan perekaman transaksi pada RUH Transaksi.

Sekarang kita lanjut dengan masuk ke Aplikasi SAS modul Silabi. Login dengan user dan password yang telah dibuat pada langkah di atas.

RUH Saldo Awal

Menu RUH Saldo Awal berguna untuk merekam saldo akhir pada akhir tahun anggaran yang lalu, jika ada.

Jika tidak ada saldo (nihil), abaikan saja atau diisi 0 semua.
Melalui menu Bendahara Pengeluaran » RUH Saldo Awal;

tutorial aplikasi silabi

Nomor Transaksi dan Nomor Kuitansi dikosongkan saja kalau ingin memulai penomoran dari awal lagi (tidak berlanjut dari nomor tahun sebelumnya).
Jika melakukan perubahan, jangan lupa klik Simpan.

Catat Nomor SP2D

Menu Catat Nomor SP2D berfungsi untuk mencatat nomor SP2D yang telah diterbitkan oleh KPPN.

Sebelum melakukan pencatatan transaksi, nomor SP2D harus dicatat terlebih dahulu agar bisa direkam pada RUH Transaksi.

Melalui Menu Bendahara Pengeluaran » Catat Nomor SP2D;

tutorial aplikasi silabi

Penjelasan :

  1. Isi tanggal SPM yang akan dicatat nomor SP2D-nya;
  2. Pastikan tombol radio button berada pada Catat Nomor SP2D;
  3. Isi nomor dan tanggal SP2D, kemudian Centang;
  4. Simpan

RUH Transaksi

RUH Transaksi merupakan menu untuk mencatat seluruh transaksi yang dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran yang nanti-nya akan masuk ke dalam BKU, Buku Pembantu dan Buku Pengawasan Anggaran.
Setiap transaksi yang telah dicatat pada RUH Transaksi, akan langsung mempengaruhi saldo Kas bendahara;< Melalui menu Bendahara Pengeluaran » RUH Transaksi;

tutorial aplikasi silabi

Penjelasan :

  1. Periode : Pilih salah satu, apakah perbulan atau dalam rentang tanggal tertentu;
  2. Daftar Transaksi : Berisi seluruh transaksi yang telah direkam sebelumnya;
  3. Rekam : Tombol untuk merekam transaksi;
    Edit : Tombol untuk mengubah transaksi yang telah direkam sebelumnya;
    Koreksi : Tombol untuk melakukan koreksi atas transaksi yang telah direkam;
    Cetak : Tombol untuk mencetak transaksi yang telah dikoreksi;
    Pejabat : Tombol untuk memilih pejabat KPA/PPK dan Bendahara.
  4. ADK : Tombol untuk membuat ADK yang akan dikirim ke BPP (jika ada BPP);
    XLS : Tombol untuk membuat file Excel atas seluruh transaksi;
    Keluar : Tombol untuk keluar dari menu RUH Transaksi.

#1. Cara Merekam Transaksi SPM UP/TUP pada Aplikasi Silabi

Biasanya pada awal tahun anggaran, pertama kali satuan kerja akan meminta Uang Persediaan ke KPPN dengan mengajukan SPM UP.

Baca Juga : Ketentuan Tata Cara dan Syarat Pengajuan SPM UP dan Cara Membuat/Merekam SPM UP.

Ikuti langkah-langkah berikut untuk merekam transaksi SPM UP/TUP pada Aplikasi Silabi :

  1. Setelah SP2D UP diterbitkan oleh KPPN, lakukan pencatatan nomor SP2D-nya, kemudian rekam transaksi SPM UP melalui menu Bendahara Pengeluaran » RUH Transaksi;
  2. Klik tombol Rekam, kemudian pilih kode 05 : SPM UP/TUP
    tutorial aplikasi silabi
    Kemudian klik tombol Pilih;
  3. Akan muncul daftar SPM UP maupun TUP, centang SPM UP yang ingin dicatat kemudian klik Pilih;
    tutorial aplikasi silabi
  4. Kemudian akan muncul kotak dialog seperti gambar dibawah ini :

    tutorial aplikasi silabi
    Transaksi, No Pembukuan, No Dok Sumber, Tgl Dok Sumber, Jumlah = Terisi secara otomatis.
    Tanggal Buku = Isi dengan tanggal kapan dilakukannya pencatatan pada Aplikasi Silabi atau sesuaikan dengan Tgl Dok Sumber;
    Uraian = Terisi otomatis namun dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

  5. Jika sudah dilengkapi, klik tombol Simpan untuk menyimpan transaksi.

Demikian cara merekam transaksi SPM UP/TUP pada Aplikasi Silabi.

#2. Cara Merekam Transaksi PU Bank pada Aplikasi Silabi

PU Bank atau penarikan uang di bank adalah transaksi yang dicatat setelah satuan kerja melakukan penarikan uang di bank.

Setelah SP2D UP terbit, maka satuan kerja akan menerima dana Uang Persediaan pada rekening Bendahara Pengeluaran. Untuk melakukan belanja, tentunya uang ini harus ditarik terlebih dahulu. Kecuali teman-teman satker melakukan pembayaran dengan cara Transfer.

Ikuti langkah berikut untuk melakukan pencatatan transaksi PU Bank pada Aplikasi Silabi :

  1. Melalui menu Bendahara Pengeluaran » RUH Transaksi, pilih kode transaksi 07 : PU Bank
    tutorial aplikasi silabi
    Kemudian klik Pilih;
  2. Kemudian akan muncul kotak dialog seperti gambar :
    tutorial aplikasi silabi
    Transaksi dan No Pembukuan terisi secara otomatis;
    Tanggal Buku : Tanggal kapan dilakukan pencatatan pada Aplikasi Silabi (Idealnya sama dengan tanggal Tgl Dokumen Sumber);
    No Dok Sumber : Nomor transaksi Cek/Giro saat melakukan penarikan uang;
    Tgl Dok Sumber : Tanggal Cek saat melakukan penarikan uang;
    Uraian : PU Bank, bisa ditambahkan sesuai kebutuhan;
    Jumlah : Jumlah uang yang ditarik pada saat itu, sesuai dengan nilai cek

    Rekening : Nomor rekening sumber uang yang ditarik, pilih tombol dropdown (panah ke bawah) untuk memilih rekening.

  3. Jika sudah, klik Simpan.

Rekening pada saat merekam transaksi PU Bank wajib diisi, jika tidak diisi bisa mengakibatkan tidak munculnya nomor rekening pada saat membuat Berita Acara.

Demikian cara merekam transaksi PU Bank pada Aplikasi Silabi.

#3. Cara Merekam Transaksi UP Pada Aplikasi Silabi

Transaksi UP adalah pencatatan transaksi atas kuitansi dari belanja yang menggunakan sumber dana Uang Persediaan.

Sebelum melakukan perekaman Transaksi UP, satuan kerja terlebih dahulu harus melakukan perekaman kuitansi melalui menu RUH Kuitansi.

Langkah-langkah merekam kuitansi bisa dilihat pada tulisan selanjutnya dari artikel ini.

Untuk merekam Transaksi UP, ikuti langkah berikut :

Melalui menu Bendahara Pengeluaran » RUH Transaksi

  1. Klik Rekam, kemudian pilih kode 08 : Transaksi UP;
    tutorial aplikasi silabi
  2. Akan muncul daftar seluruh kuitansi yang telah direkam sebelummnya. Centang pada kuitansi yang ingin dicatat kemudian klik Pilih;
    tutorial aplikasi silabi
  3. Kemudian akan muncul dialog pengisian data transaksi UP.
    tutorial aplikasi silabi
    No Pembukuan : No transaksi pembukuan, terisi secara otomatis dan berurutan, tetap dapat diubah sesuai kebutuhan;
    Tanggal Buku : Tanggal kapan dilakukan pembayaran atas kuitansi tersebut atau tanggal pencatatan transaksi pada Aplikasi Silabi;
    Uraian : Uraian transaksi UP, terisi secara otomatis namun tetap dapat diubah sesuai kebutuhan;
    Jumlah : Nilai pembayaran pada kuitansi, terisi secara otomatis dan jangan diubah, bisa menyebabkan selisih yang sulit untuk ditelusuri;
    Rekening : Rekening pembebanan atas transaksi. Klik panah ke bawah untuk memilih rekening.
  4. Jika sudah, klik Simpan;
  5. Setelah melakukan pencatatan Transaksi UP, maka otomatis Saldo Uang Persediaan akan berkurang sebesar nilai Transaksi UP.

Demikian cara mencatat Transaksi UP pada Aplikasi Silabi.

#4. Cara Merekam Transaksi Pajak Pada Aplikasi Silabi

Setelah merekam Transaksi UP, langkah selanjutnya adalah merekam Transaksi Pajak yaitu Pungut Pajak dan Setor Pajak.
Langkah ini dilakukan hanya jika kuitansi atas belanja dari penggunaan UP tersebut dikenakan pajak dan telah merekam pajak-nya pada saat RUH Kuitansi (lihat cara RUH Kuitansi).

Baca Juga: Bendahara Mahir Pajak : Mengenal Pajak Yang Dipungut Oleh Bendahara.

Untuk merekam transaksi pajak, ikuti langkah berikut ini :

A. Pungut Pajak

Melalui menu Bendahara Pengeluaran » RUH Transaksi, klik tombol Rekam pilih jenis transaksi 09 : Pungut Pajak;
tutorial aplikasi silabi
Kemudian klik Pilih.
Akan muncul daftar pajak yang telah direkam sebelumnya pada menu RUH Kuitansi.
tutorial aplikasi silabi
Centang kemudian klik Pilih.

Selanjutnya akan muncul kotak dialog pengisian seperti gambar di bawah ini :
tutorial aplikasi silabi
Yang perlu diisi adalah Tanggal Buku, sesuaikan dengan Tgl Dok Sumber, jika sudah klik Simpan.

Setor Pajak

Setelah memungut pajak, langkah selanjutnya adalah melakukan penyetoran pajak ke bank. Setelah disetor, maka Bendahara akan mendapatkan NTPN dan NTB pada BPN (Bukti Penerimaan Negara).

Rekam transaksi penyetoran pajak tersebut pada Aplikasi Silabi dengan langkah sebagai berikut :

Melalui menu Bendahara Pengeluaran » RUH Transaksi, klik tombol Rekam pilih jenis transaksi 10 : Setor Pajak;
tutorial aplikasi silabi
Kemudian klik Pilih.
Akan muncul daftar pajak yang telah dipungut sebelumnya. Isi nomor NTPN dan NTB pada kolom yang tersedia.
tutorial aplikasi silabi
Centang kemudian klik Pilih.
tutorial aplikasi silabi
Yang perlu diisi adalah Tanggal Buku, sesuaikan dengan tanggal kapan pajak tersebut disetor ke bank, seharusnya paling lama satu hari setelah pajak dipungut. Jika sudah klik Simpan.
Terlihat pada daftar transaksi, terdapat Pungut Pajak dan Setor Pajak.
tutorial aplikasi silabi
Proses perekaman Pungut Pajak dan Setor Pajak dilakukan dengan mencentang satu persatu, tidak bisa sekaligus.
Proses perekaman transaksi Pajak telah selesai.

RUH Kuitansi

Setelah menarik uang di bank, tentu satuan kerja akan melakukan belanja untuk kebutuhan kantor dengan menggunakan uang persediaan tersebut.

Atas belanja tersebut, perlu dibuat kuitansi sebagai dasar pembayaran.

Dengan adanya Aplikasi Silabi, teman-teman satker tidak perlu membuatkan kuitansi secara manual lagi, misalnya menggunakan Microsoft Excel, namun langsung dihasilkan dari Aplikasi Silabi setelah melakukan perekaman kuitansi.

Melalui menu Bendahara Pengeluaran » RUH Kuitansi;

tutorial aplikasi silabi
Penjelasan :

  1. Periode : Pilih salah satu, apakah perbulan atau dalam rentang tanggal tertentu;
  2. Daftar Kuitansi : Daftar seluruh kuitansi yang telah direkam sebelumnya, berwarna biru artinya kuitansi tersebut telah dicatat pada RUH Transaksi, berwarna putih artinya belum dicatat pada RUH Transaksi;
  3. Rekam : Tombol untuk merekam kuitansi;
    Edit : Tombol untuk mengubah kuitansi yang telah direkam;
    Hapus : Tombol untuk menghapus kuitansi yang telah direkam;
    XLS : Tombol untuk menghasilkan file Excel atas seluruh kuitansi.
  4. Penyesuaian Data : Klik tombol ini untuk melakukan penyesuaian data pada kuitansi, jika sebelumnya pernah mengubah kuitansi;
    Cetak : Tombol untuk mencetak kuitansi;
    Keluar : Tombol untuk keluar dari menu RUH Kuitansi.

Untuk merekam kuitansi, ikuti langkah berikut :

  1. Klik tombol Rekam,
    tutorial aplikasi silabi
    Isi Kegiatan dan Output jika ingin memfilter pagu sesuai kegiatan dan output yang diinginkan, atau kosongkan jika ingin menampilkan seluruh pagu, jika sudah, klik Proses;
  2. Cari pagu pada level akun dimana belanja akan dibebankan,
    tutorial aplikasi silabi
    Pada kolom Jumlah (kotak merah), isi nilai sesuai dengan rupiah kuitansi yang ingin direkam, kemudian pilih Proses;
  3. Akan muncul kotak dialog untuk pengisian data kuitansi seperti gambar :
    tutorial aplikasi silabi
    Penjelasan :
    Nomor Bukti : Isi sesuai dengan nomor kuitansi, secara otomatis akan berurutan;
    Untuk Pembayaran : Isi sesuai dengan uraian pembayaran;
    Kota : Kota dimana kuitansi dibuat;
    Tanggal : Tanggal kapan kuitansi dibuat;
    Perusahaan Penerima : Nama perusahaan penyedia barang dan jasa;
    Nama Penerima : Nama penerima kuitansi, biasanya direktur dari penyedia barang dan jasa atau petugas-nya;
    NPWP : NPWP penyedia barang dan jasa;
    PPK : Nama dan NIP PPK, terisi secara otomatis jika sebelumnya telah merekam referensi pejabat;
    Penerima Barang : Petugas penerima barang dan jasa pada satuan kerja.
  4. Jika pembelian barang atau jasa atas kuitansi ini dikenakan pajak, maka sebelum menyimpan, klik terlebih dahulu tombol Pajak;
    Contoh pengisian Pajak :
    tutorial aplikasi silabi
    Pengisian pajak bersifat fleksibel, boleh diisi berdasarkan persentase pajak atau langsung berdasarkan rupiah yang disetor oleh bendahara;

    Perhatian :
    Pada Aplikasi SAS Versi 17.0.2, pajak yang telah direkam tidak muncul pada menu RUH Pajak, namun sebenarnya datanya tetap tersimpan. Sehingga saat melakukan pencatatan transaksi pajak pada RUH Transaksi, datanya akan muncul dan tetap dapat melakukan pencatatan transaksi pajak.

    Jika sudah, klik Simpan.

  5. Untuk mencetak kuitansi, centang pada kuitansi yang ingin dicetak, kemudian klik tombol Cetak;
    Contoh Kuitansi :

    tutorial aplikasi silabi

RUH DRPP

DRPP adalah Daftar Rincian Permintaan Pembayaran yang merupakan pengganti dari SPTB (Surat Pernyataan Pertanggungjawaban Belanja), karena saat ini SPTB sudah tidak berlaku lagi.

DRPP berisi seluruh daftar kuitansi yang akan dipertanggungjawabkan (SPM GUP Nihil/PTUP) dan atau untuk kemudian dimintakan penggantinya (SPM GUP);

Melalui menu Bendahara Pengeluaran » RUH Kuitansi

tutorial aplikasi silabi
Penjelasan :

  1. Periode : Periode Bulan dan Tahun DRPP;
  2. Daftar DRPP : Berisi daftar DRPP yang telah dibuat sebelumnya;
  3. Rincian Kuitansi : Berisi daftar rincian kuitansi atas DRPP terpilih;
  4. Tombol untuk merekam, mengubah, menghapus, mencetak dan mengirim/menerima ADK DRPP serta penyesuaian data;
  5. Keluar : Tombol untuk keluar dari menu DRPP.

Cara merekam DRPP, ikuti langkah berikut :

  1. Klik tombol Rekam,
    tutorial aplikasi silabi
    Nomor : Nomor DRPP, terisi secara otomatis dan berurutan;
    Tanggal : Tanggal DRPP, sesuaikan dengan tanggal pembuatan DRPP;
    Kegiatan : Klik tombol untuk memilik kegiatan sesuai dengan kegiatan pada kuitansi yang telah direkam sebelumnya;
    Output : Output dan nilai total pagu pada output tersebut;
    Jenis : GUP/GUP Nihil/PTUP, sesuaikan dengan kebutuhan. Pilih GUP jika kuitansi yang akan dimasukkan ke dalam DRPP adalah kuitansi untuk SPM GUP, dan seterusnya;
    Pejabat : Pilih Nama PPK;
    Tombol + dan – : Untuk menambah dan menghapus kuitansi yang akan dimasukkan ke dalam DRPP.
  2. Jika sudah mengisi data DRPP, klik tombol + untuk memasukkan kuitansi ke dalam DRPP;
    Akan muncul daftar kuitansi yang telah direkam sebelumnya;
    tutorial aplikasi silabi
    Centang seluruh kuitansi yang ingin dimasukkan ke dalam DRPP secara sekaligus kemudian klik tombol Pilih;
  3. Jika sudah, klik Simpan;
    tutorial aplikasi silabi
  4. Contoh daftar kuitansi pada DRPP yang telah direkam;
    tutorial aplikasi silabi
  5. Untuk mencetak DRPP, centang pada DRPP yang ingin dicetak kemudian klik tombol Cetak.
    Contoh DRPP :
    tutorial aplikasi silabi
  6. Klik tombol Kirim untuk membentuk ADK DRPP yang akan diberikan kepada operator PPK untuk pembuatan SPM GUP/Nihil/PTUP;
    ADK DRPP akan terbentuk pada folder C:\AplikasiSAS2017\DRPP\
    Contoh ADK DRPP :
    tutorial aplikasi silabi

Posting

Posting merupakan proses memasukkan data atau memindahbukukan seluruh transaksi ke dalam BKU, Buku Pembantu dan Buku Pengawasan Anggaran.

Jika proses posting tidak dilakukan, maka data transaksi yang baru direkam tidak akan masuk ke dalam BKU, Buku Pembantu dan Buku Pengawasan Anggaran.

Melalui menu Bendahara Pengeluaran » Posting

tutorial aplikasi silabi

Pilih Kode Satker terlebih dahulu dengan mengklik tombol dropdown (panah ke bawah).

  1. Periode : Pilih salah satu periode posting, perbulan atau rentang tanggal tertentu;
  2. Centang DIPA dan/atau Karwas SPM jika ingin memposting DIPA dan Karwas SPM;

    Pada Aplikasi SAS versi 17.0.2, saat melakukan posting sebaiknya tidak mencentang DIPA dan/atau Karwas SPM, karena akan menyebabkan error Variable ‘KDPROGRAM’/’KDGIAT’/’KDOUTPUT’/ is not found;

  3. Posting & Keluar : Klik tombol Posting untuk memposting, atau tombol Keluar untuk keluar dari menu Posting.

Klik tombol Posting untuk memposting, tunggu hingga proses selesai.
tutorial aplikasi silabi

Demikian cara melakukan posting pada Aplikasi Silabi.

Cetak Buku

Setelah melakukan posting, langkah selanjutnya adalah mencetak BKU, Buku Pembantu dan Buku Pengawasan Anggaran.

Melalui menu Bendahara Pengeluaran » Cetak Buku

tutorial aplikasi silabi

Penjelasan :

  1. Periode : Pilih salah satu, apakah perbulan atau dalam rentang tanggal tertentu;
  2. Jenis Laporan : Pilih jenis laporan yang ingin dicetak atau tayang;
  3. KPA/PPK & Bendahara/BPP : Pilih pejabat penanda tangan BKU atau Buku Pembantu;
  4. Tayang : Untuk menayangkan dan mencetak Buku;
    XLS : Untuk mengekspor Buku ke dalam format Excel;
    Cover : Untuk mencetak cover;
    Keluar : Untuk keluar dari menu Cetak Buku.

#1. Buku Kas Umum

Buku Kas Umum terdiri dari seluruh transaksi yang dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran.

Setelah selesai posting, maka seluruh transaksi yang direkam pada langkah sebelumnya di atas akan masuk ke dalam Buku Kas Umum.

tutorial aplikasi silabi

Penjelasan :
13 Januari 2017 – Terlihat pada contoh BKU di atas, terdapat SPM UP senilai Rp. 200.000.000,- pada sisi Debet sehingga menambah saldo Kas menjadi Rp 200.000.000,-
14 Januari 2017 – Dilakukan penarikan uang senilai Rp 30.000.000,- Pembukuan terdapat di sisi Debet dan Kredit karena uang yang ditarik hanya berpindah posisi dari Kas Bank ke Kas Tunai. Sehingga saldo tetap Rp 200.000.000,-
16 Januari 2017 – Transaksi pungut dan setor pajak. Saat dipungut saldo kas bertambah sebesar Rp 681.818,- kemudian berkurang setelah disetor sehingga saldo kas menjadi Rp 200.000.000,- kembali.
17 Januari 2017 – Dilakukan belanja senilai Rp 7.500.000,- berada pada sisi Kredit sehingga mengurangi saldo menjadi Rp 192.500.000,-

#2. Buku Pembantu Bank

Buku Pembantu Bank berisi transaksi uang yang keluar dan masuk dari rekening Bendahara Pengeluaran.
Rincian transaksi pada Buku Pembantu Bank harus sama dengan Rekening Koran dari Rekening Bendahara Pengeluaran.
tutorial aplikasi silabi
Penjelasan :
13 Januari 2017 – Terdapat SPM UP yang masuk ke rekening senilai Rp. 200.000.000,- pada sisi Debet sehingga menambah saldo Kas Bank menjadi Rp 200.000.000,-
14 Januari 2017 – Dilakukan penarikan uang senilai Rp 30.000.000,- pada sisi Debet sehingga mengurangi saldo Kas Bank menjadi Rp 170.000.000,-

#3. Buku Pembantu Kas

Buku Pembantu Kas berisi rincian transaksi dari Kas Bank maupun Kas Tunai.
tutorial aplikasi silabi
Penjelasan :
13 Januari 2017 – Terdapat SPM UP yang masuk ke rekening senilai Rp. 200.000.000,- pada sisi Debet sehingga menambah saldo Kas menjadi Rp 200.000.000,-
14 Januari 2017 – Dilakukan penarikan uang senilai Rp 30.000.000,- Pembukuan terdapat di sisi Debet dan Kredit karena uang yang ditarik hanya berpindah posisi dari Kas Bank ke Kas Tunai. Sehingga saldo tetap Rp 200.000.000,-
16 Januari 2017 – Transaksi pungut dan setor pajak. Saat dipungut saldo kas bertambah sebesar Rp 681.818,- kemudian berkurang setelah disetor sehingga saldo kas menjadi Rp 200.000.000,- kembali.
17 Januari 2017 – Dilakukan belanja senilai Rp 7.500.000,- berada pada sisi Kredit sehingga mengurangi saldo menjadi Rp 192.500.000,-

#4. Buku Pembantu Kas Tunai

Buku Pembantu Kas Tunai berisi rincian transaksi tunai yang dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran.
tutorial aplikasi silabi
Penjelasan :
14 Januari 2017 – Dilakukan penarikan uang senilai Rp 30.000.000,- Pembukuan terdapat di sisi Debet sehingga saldo Kas Tunai bertambah sebesar Rp 30.000.000,-
16 Januari 2017 – Transaksi pungut dan setor pajak. Saat dipungut saldo kas bertambah sebesar Rp 681.818,- kemudian berkurang setelah disetor sehingga saldo kas menjadi Rp 30.000.000,- kembali.
17 Januari 2017 – Dilakukan belanja senilai Rp 7.500.000,- berada pada sisi Kredit sehingga mengurangi saldo Kas Tunai menjadi Rp 22.500.000,-

#5. Buku Pembantu Uang Persediaan

tutorial aplikasi silabi
Penjelasan :
13 Januari 2017 – Terdapat SPM UP senilai Rp 200.000.000,- pada sisi Debet sehingga saldo tetap Rp 200.000.000,-
17 Januari 2017 – Dilakukan belanja (Transaksi UP) senilai Rp 7.500.000,- berada pada sisi Kredit sehingga mengurangi saldo menjadi Rp 192.500.000,-

#6. Buku Pembantu Pajak

tutorial aplikasi silabi
Penjelasan :
16 Januari 2017 – Transaksi pungut dan setor pajak. Saat dipungut saldo kas bertambah sebesar Rp 681.818,- kemudian berkurang menjadi Rp 0,- setelah disetor kembali.

Berita Acara

Setelah mencetak BKU dan Buku Pembantu, langkah selanjutnya adalah membuat Berita Acara.

Untuk membuat berita acara, ikuti langkah sebagai berikut :

Melalui menu Bendahara Pengeluaran » Berita Acara

Pilih pejabat terlebih dahulu dengan mengklik dropdown (tombol panah ke bawah) pada KPA/PPK dan Bendahara/BPP. Kemudian klik Close.
tutorial aplikasi silabi
Selanjutnya :
tutorial aplikasi silabi
Penjelasan :

  1. Jenis BA :
    • 1. Berita Acara Pemeriksaan Kas Bendahara Pengeluaran :
      Pilih jenis berita acara ini untuk membuat berita acara sewaktu-waktu jika ada pemeriksaan dari aparat pemeriksa, misalnya BPK;
    • 2. Berita Acara Pemeriksaan Kas dan Serah Terima Bendahara Pengeluaran :
      Pilih jenis berita acara ini jika ada pergantian bendahara. Dilakukan saat serah terima bendahara lama ke bendahara baru;
    • 3. Berita Acara Pemeriksaan Kas dan Rekonsiliasi Bendahara Pengeluaran :
      Pilih jenis berita acara ini untuk penyampaian LPJ per bulan dan melakukan rekonsiliasi ke KPPN.
  2. Periode : Pilih bulan periode penyampaian LPJ ke KPPN;
  3. Hitung Saldo : Setelah memilih Jenis BA dan Periode, klik tombol Hitung Saldo untuk menghitung saldo;
    • No BA : Isi nomor berita acara;
    • Tgl BA : Isi tanggal BA, tanggal akhir bulan periode penyampaian LPJ ke KPPN;
    • Uang di Brankas : Bendahara Pengeluaran menghitung uang tunai yang berada pada brankas, idealnya sama nilainya dengan nilai pada BP Kas Tunai, biasanya ada perbedaan karena tidak adanya uang pecahan;
    • Saldo Rekening : Saldo yang terdapat pada rekening koran bendahara pengeluaran, harus sama dengan saldo pada BP Bank;

      Klik tombol untuk merekam Saldo Rekening
      tutorial aplikasi silabi
      Isi Tanggal dan Saldo

    • Tgl Transaksi Terakhir : Tanggal transaksi terakhir, terisi secara otomatis;
    • Saldo UP UAKPA : Saldo Uang Persediaan.
  4. Validasi UP : Tombol untuk mengecek ke-valid-an UP, akan membentuk file Excel dengan nama c_valid_gu.xls pada folder C:\AplikasiSAS201x\
    Simpan : Tombol untuk menyimpan berita acara;
    Batal : Tombol untuk membatalkan pembuatan berita acara.

Apabila terdapat perbedaan atau selisih, isi penjelasan selisih pada kolom Penjelasan UP;
tutorial aplikasi silabi
Jika sudah, klik tombol Simpan;

Untuk mencetak Berita Acara, centang pada berita acara yang ingin dicetak, kemudian klik tombol Cetak.

Contoh Berita Acara

tutorial aplikasi silabi

Cetak LPJ

LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) hanya bisa dicetak jika telah membuat Berita Acara.
Untuk mencetak LPJ Bendahara, masuk melalui menu Bendahara Pengeluaran » Cetak LPJ.

tutorial aplikasi silabi
Pilih periode bulan LPJ, kemudian klik tombol Tayang untuk menayangkan kemudian mencetak LPJ.

Contoh LPJ

tutorial aplikasi silabi

Contoh Laporan Saldo Rekening

tutorial aplikasi silabi

Contoh Daftar Rincian Kas Di Rekening Bendahara Pengeluaran

tutorial aplikasi silabi

Apabila saat mencetak LJP, lampiran LPJ seperti : Laporan Saldo Rekening dan Daftar Rincian Kas di Rekening tidak muncul, maka lakukan update referensi terlebih dahulu dari menu Utility » Update Referensi;
Untuk lebih jelasnya bisa dibaca di Setelah Update SAS, Tidak Bisa Mencetak Lampiran LPJ.

Kirim ADK LJP

Untuk mengirim ADK LPJ yang akan disampaikan ke KPPN, masuk melalui menu Utility » Kirim ADK LPJ.

tutorial aplikasi silabi
Pilih periode bulan pengiriman LPJ, kemudian klik tombol untuk mengarahkan ADK LPJ ke flashdisk. Kemudian klik Proses.

Maka ADK LPJ akan terbentuk dengan format bulan_tahun_kdsatkerkodebpp_tanggalkirim.lpj

Contoh ADK LPJ :

tutorial aplikasi silabi

Demikian tutorial tentang cara pembukuan dan cara membuat LPJ bendahara pengeluaran dengan Aplikasi Silabi.

Semoga bermanfaat..

Jangan lupa like & share.. 🙂

Baca Juga :

  • Transaksi tidak lengkap pada silabi mohon solusinya….

    • PortalKPPN

      Mksnya gimana ya mb? Muncul pesan error transaksi tidak lengkap begitu?

    • Portal Kppn bukan…jadi data transaksinya banyak yang hilang seperri 02 spm ls bendahara…spm ls pihak ketiga pungut pajak setor pajak transaksi up tup ga ada

    • PortalKPPN

      Kemungkinan Ibu menggunakan user dengan level BPP. Latar aplikasinya berwarna hijau muda.

      Saat merekam user bendahara pengeluaran, kode BPP harus 000.

      Lihat cara rekam user bendahara pada tulisan paling atas nomor 4. Kode Level = 2; Menu = 4; Kode BPP = 000;

  • selamat sore bapak/ibu.. mohon izin bertanya, pada silabi bp tahun 2017, kami tidak dapat mencetak lampiran lpj bendahara pengeluaran, mohon solusi bapak/ibu. Kami telah menggunakan aplikasi sas versi 17.0.2, telah melakukan update referensi pada silabi serta rekam rekening bendahara pada silabi. Tks bapak/ibu.

    • Masalah yang sama. Tolong beri solusi..

    • PortalKPPN

      Agak sulit untuk ditelusuri Pak kalau tidak lihat langsung aplikasinya.

      Tapi jika sudah melakukan update referensi setelah update, urutan penginstalan aplikasi mulai dari setting referensi di admin, referensi di silabi, sudah benar. Kemudian telah merekam transaksi PU Bank, dan pada saat pembuatan BAR, data rekeningnya muncul, seharusnya lampirannya bisa dicetak..

      Jika belum berhasil juga, sebaiknya Bapak konsultasi langsung ke CSO KPPN…

    • apakah maksudnya Daftar Rincian Kas di Rekening dan laporan Saldo yg biasanya muncul setelah cetak LPj? mungkin karena belum ada transaksi jadi memang tdk muncul. solusinya ya dibuat manual.

  • Bagaimana cara penginputan Transaksi Bendahara Pengeluaran Pembantu pada apliasi SILABI Mohon Solusix.

    • PortalKPPN

      Untuk BPP memang sangat kompleks pak Jusran Phasolle, saya belum sempat buatkan tutorialnya karena bakal sangat panjang.. Tp nanti akan saya coba..

  • Selamat pagi, saya sudah pakai sas 17.02 tetapi ketika cetak karwas belum bisa, mohon solusinya. terimakasih

  • selamat pagi admin.
    mau bertanya mengenai pembukuan bendahara pengeluaran, untuk transaksi SPM pihak ke 3 apakah tidak wajib diinput, seperti gaji, uang makan, Tunjangan kinerja, kontrak pihak ke 3. dll
    apakah hal tersebut diatas wajib diinput di aplikasi SAS bendahara Pengeluaran, jika wajib, apa resiko jika tidak menginput hal tersebut.
    Trimakasih. Tuhan Memberkati

    • PortalKPPN

      Sesuai PER-03/PB/2014 tentang Pembukuan dan tanggung jawab bendahara, salah satu pembukuan yang dilakukan oleh bendahara adalah Buku Pengawasan Anggaran, kemudian sesuai tata cara pembukuan bendahara (PER-03), pembayaran LS kepada pihak ketiga dicatat pada Buku Pengawasan Anggaran.

      Seluruh transaksi dalam rangka pelaksanaan APBN yang tertuang dalam DIPA, termasuk SPM LS pihak ketiga, tetap harus dibukukan, namun tidak dicatat pada BKU dan Buku Pembantu, tetapi masuk pada Buku Pengawasan Anggaran Belanja (PER-03).

      Namun sampai update SAS 17.0.2, buku ini belum bisa dicetak.

      Dari Buku Pengawasan Anggaran Belanja, bendahara bisa mengawasi seluruh transaksi termasuk SPM LS dan sisa pagunya.

  • Kalo input gaji lewat rek bendaharaa.. ruh transaksi pake transaksi apaa bro

    • PortalKPPN

      terkait dengan gaji, kalau masuknya melalui rek bendahara maka masuk kategori LS bendhara. Tapi kalau ke rek masing2 pegawai masuk kategori LS pihak ke 3.

  • bagaimana dengan pajak honorarium kegiatan (PPh 21 final) tarifnya 5% dan 15%.. diisi dimana dalam langkah ke 6 diatas??? soalnya klo di isi di pph 21 tarifnya gak sesuai (otomatis berubah) klo kita isi nominal pajaknya…

  • pada saat tranfer adk LPJ muncul dialog box “no fields found to process”, bagaimana untuk solusinya?

    • PortalKPPN

      Abaikan saja Pak, memang aplikasinya yang masih error. Semua mengalami hal yang sama. Namun ADK LPJ tetap terbentuk dan bisa diterima di KPPN.

  • ferdyansah

    selamat pagi.
    mohon petunjuk.
    ketika pembuatan Berita Acara Rekonsiliasi pada point 3. Berita Acara Pemeriksaan Kas dan Rekonsiliasi Bendahara Pengeluaran :
    kenapa tidak bisa melakukan rekam saldo rekening, sedangkan saya sudah update referensi dan pengisian data rekening bendahara,”

    terima kasih

    • PortalKPPN

      Besar kemungkinan Bapak blm melakukan perekaman transaksi PU Bank, atau telah merekam transaksi PU Bank namun saat perekaman tidak memilih no rekening.

      Lihat pada point 2 Pak, cara rekam ttansaksi PU Bank.

      Semoga membantu.

    • PortalKPPN

      Kalau blm ada transaksi penarikan uang, rekam sembarang saja pak kemudian dihapus kembali. Hanya untuk memancing munculnya rekening saat pembuatan berita acara.

  • ferdyansah

    saya sudah melakukan transaksi PU bank, pada cetak buku pembantu bank juga sudah tercatat.
    hanya saja ketika transaksi PU Bank, pada pilihan rekening hanya tanda ” I” , mohon petunjuk cara perbaikan/RUH no rekening pada transaksi PU Bank…

    • PortalKPPN

      Coba hapus dan rekam kembali referensi rekening bendahara pengeluaran pada menu Referensi > Rekening Bendahara. Kemudian rekam ulang transaksi PU Bank-nya pak.

      Semoga membantu.

      • ferdyansah

        siap terima kasih.
        sudah terselesaikan atas petunjuknya…

        terima kasih banyak telah membantu kita

        • PortalKPPN

          Sama2 Pak..

  • CSO KPPN 002

    Bagaimana cara untuk merekam DRPP pada BP yang memiliki beberapa BPP?
    Apakah DRPP bisa direkam di BP?
    Atau hanya bisa direkam di BPP? (Karena setelah menerima LPJ BPP, data transaski kuitansi tidak muncul saat merekan DRPP di BP?
    Mohon petunjuk…

    • PortalKPPN

      BP dapat mengelola sebagian UP-nya dalam artian tidak menyerahkan seluruh UP-nya kepada masing-masing BPP untuk dikelola. Jika seperti ini, maka BP juga merekam kuitansi dan DRPP (tidak hanya BPP).

      Apakah DRPP bisa direkam di BP?
      Bisa. Untuk Perekamannya seperti biasa.

      Apabila setelah menerima data LPJ BPP, data transaksi kuintansi di BP malah hilang, sepertinya aplikasinya yang error, coba ganti file dd_lapbend.MYI, dd_lapbend.MYD dan dd_lapbend.frm di sqldb17 dengan dd_lapbend punya tahun 2016.

      Saya telah mencoba lakukan hal ini ternyata berhasil.

      Semoga membantu..

  • ana

    Selamat siang, pak itu di Print-out nya DRPP tahun anggarannya memang masih 2016 ya? saya baru “ngeh” punya saya begitu. Memang belum ada update-an terbaru ya pak? mohon info. Makasih

    • PortalKPPN

      Iya bu tahun anggaran di hasil cetakan masih salah.

      Belum ada kabar mengenai update terbaru.

  • Trims tutorialnya sangat lengkap..

  • linda nurrohana

    cara menghapus pajak yang terekam 2x di menu ruh transaksi bagaimana ya pak??

  • Pa Siantar

    Mohon petunjuk pak…
    Kami tidak bisa mencetak Buku Pengawasan Anggaran yang Per Akun…kenapa ya Pak???

  • Pa Siantar

    Kenapa tidak bisa cetak Buku Pengawasan Angaaran per Akun????