Modul Belanja Pegawai (Bagian I)

GAJI INDUK

Yang dimaksud gaji induk adalah gaji yang dibayarkan secara rutin bulanan pada satuan kerja dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Disusun dalam suatu daftar yang berisi seluruh pegawai yang ada pada satuan kerja bersangkutan dengan mencantumkan nama, NIP, pangkat/golongan, status pegawai, tanggal lahir, jumlah keluarga dalam tanggungan dari pegawai bersangkutan serta perhitungan penghasilan gaji bulan berkenaan secara lengkap pada lajur-lajur daftar gaji beserta potongan-potongannya;
  2. Dibayarkan untuk seluruh komponen gaji yang menjadi hak PNS/Anggota TNI/Anggota Polri yang bersangkutan;
  3. Pembayaran Gaji induk dilaksanakan secara langsung (LS) kepada pegawai melalui rekening masing-masing pegawai secara giral. Dalam hal pembayaran gaji secara langsung (LS) kepada pegawai melalui rekening masing-masing pegawai belum dapat dilaksanakan :
    1. Pembayaran belanja pegawai gaji dapat dilaksanakan secara LS melalui rekening Bendahara Pengeluaran setelah mendapat dispensasi dari Kepala KPPN.
    2. Dispensasi Kepala KPPN memuat pernyataan bahwa Kuasa PA bertanggungjawab atas penggantian pembayaran belanja pegawai gaji apabila terjadi kehilangan, pencurian, perampokan ataupun sebab lain.
  4. Pembayaran gaji induk dibayarkan tanggal 1 (satu) atau awal hari kerja bulan berkenaan;
  5. Pembayaran gaji induk untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) terhitung mulai bulan CPNS yang bersangkutan secara nyata melaksanakan tugas, yang dinyatakan dengan surat pernyataan atasan langsung yang membawahi calon pegawai negeri sipil bersangkutan.
  6. Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas bagi CPNS tidak boleh berlaku surut dari tanggal penetapan SK CPNS;
  7. Pembayaran gaji untuk pegawai yang dipekerjakan dibayarkan oleh satuan kerja asal;
  8. Pembayaran gaji induk untuk pegawai yang diperbantukan dibayarkan oleh satuan kerja yang menerima perbantuan;
  9. Pegawai Negeri Sipil yang menjalani cuti di luar tanggungan negara tidak berhak atas pembayaran gaji induk;
  10. Pegawai Negeri Sipil yang hilang dianggap telah meninggal dunia pada akhir bulan ke-12 sejak ia dinyatakan hilang dan diterbitkan SK Pensiun Janda/Duda bagi istri/suaminya.

GAJI SUSULAN

Yang dimaksud gaji susulan adalah gaji seseorang pegawai negeri yang belum dibayarkan untuk satu bulan atau lebih karena pembayaran gajinya tidak dilakukan tepat pada waktu pegawai yang bersangkutan melaksanakan tugas pada suatu tempat.

Gaji Susulan dapat berupa gaji pertama bagi calon pegawai negeri atau gaji pertama di tempat yang baru bagi pegawai negeri yang dipindahkan ke satuan kerja lain, atau pegawai yang karena kasus tertentu dihentikan pembayaran gajinya kemudian harus dibayarkan lagi gaji yang sempat dihentikan tersebut dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Disusun dalam suatu daftar tersendiri/terpisah dari gaji induk yang berisi seluruh pegawai yang ada pada satuan kerja bersangkutan dengan mencantumkan nama, NIP, pangkat/golongan, status pegawai, tanggal lahir, jumlah tanggungan, pegawai bersangkutan serta perhitungan penghasilan gaji bulan berkenaan secara lengkap pada lajur-lajur daftar gaji beserta potongan-potongannya.
  2. Dibayarkan untuk seluruh komponen gaji sebagaimana gaji induk dikalikan jumlah bulan hak gaji yang belum dibayarkan.
  3. Dalam hal tunjangan pangan diberikan dalam bentuk natura, maka pada gaji susulan tunjangan pangan diberikan dalam bentuk uang;
  4. Pembayaran gaji susulan dapat dilakukan sebelum dimintakan gaji induknya atau setelah dibayarkan gaji induknya.
  5. Pembayaran gaji susulan dilaksanakan ke rekening masing-masing pegawai secara giral.

Contoh Kasus:
  1. Safira Amalia, S.E. telah dinyatakan lulus seleksi penerimaan PNS pada Kementerian Keuangan. Pada tanggal 01-11-2011 yang bersangkutan diperintahkan melapor dan mulai bekerja. Selanjutnya pada tanggal 25-01-2012 yang bersangkutan menerima SK pengangkatan sebagai CPNS Golongan III/a TMT 01-10-2011. SK pengangkatan CPNS tersebut ditetapkan pada tanggal 16-01-2012. Dalam hal demikian, maka Safira Amalia, S.E. meskipun telah melapor dan bekerja mulai tanggal 01-11-2011, kepada yang bersangkutan dapat diterbitkan SPMT sebagai CPNS paling cepat TMT 16-01-2012 dan hak gajinya berdasarkan SPMT tersebut dibayarkan melalui gaji susulan mulai bulan Februari 2012. Hal ini sesuai dengan Peraturan Kepala BKN Nomor 9 Tahun 2012 (lampiran I angka III huruf G dan H) yang menyatakan bahwa SPMT tidak boleh berlaku surut dari tanggal penetapan SK Pengangkatan menjadi CPNS dan pelaksanaan tugas yang dimulai pada tanggal 2 (apabila tanggal 1 bukan hari libur) dan seterusnya, maka gajinya dibayarkan mulai bulan berikutnya.

  2. Sudarmaji terhitung mulai bulan Juli 2005 telah bekerja sebagai tenaga honorer pada Kandepag Kabupaten Tulungagung. Pada tahun 2011 yang bersangkutan diangkat sebagai CPNS Golongan II/a pada Kandepag Kabupaten Tulungagung TMT 01-09-2011 berdasarkan SK pengangkatan CPNS yang ditetapkan pada tanggal 25-11-2011. Dalam hal demikian, maka kepada Sudarmaji meskipun telah bekerja sebagai tenaga honorer mulai bulan Juli 2005, kepada yang bersangkutan baru dapat diterbitkan SPMT sebagai CPNS paling cepat TMT 25-11-2011 dan hak gajinya berdasarkan SPMT tersebut dibayarkan melalui gaji susulan mulai bulan Desember 2011.

Modul Belanja Pegawai (Bagian II)



Silahkan di share, semoga bermanfaat.. :)


Hak Cipta © 2014 Portal KPPN. All rights Reserved.