Cara Bayar/Setor PNBP Di Simponi Untuk Perusahaan

Cara Pembayaran Simponi PNBP Wajib Bayar Perusahaan (TIPE USER BILLING SDA Non Migas)

Pembayaran PNBP oleh Wajib Bayar Perusahaan menggunakan tipe pengguna User Billing SDA Non Migas, yaitu jenis billing yang digunakan oleh wajib bayar (perusahaan) untuk penyetoran PNBP SDA Non Migas seperti Royalti, Iuran Tetap, Penjualan Hasil Tambang, DR, PSDH, PKH, PHP, dan lain-lain.

Cara Melakukan Pembayaran/Penyetoran PNBP Dengan SIMPONI

Bagaimana cara pembuatan billingnya? Yuk simak langkah berikut ini :
  1. Silahkan login SIMPONI dengan User ID yang telah dibuat dan telah aktif. Kalau belum punya User ID atau belum mendaftar, lihat caranya di tulisan Cara Melakukan Pendaftaran/Registrasi di Simponi.
    Cara Melakukan Pembayaran/Penyetoran PNBP Dengan SIMPONI

  2. Tampilan Setelah Login.
    Cara Melakukan Pembayaran/Penyetoran PNBP Dengan SIMPONI

    Keterangan :
    1. Menu Billing berisi menu pembuatan billing dan history billing;
    2. Menu Manajemen User berisi menu “Change Password” dan “Edit Profile”
    3. Menu Manajemen Report berisi Laporan Pembayaran PNBP dalam bentuk rekap
    4. Tanda (?) untuk menanyakan kepada admin SIMPONI apabila terdapat permasalahan terkait SIMPONI
    5. Tanda (x) digunakan untuk keluar atau logout dari SIMPONI.

  3. Klik menu Billing->Pembuatan Billing (Non Migas)->SDA Non Migas untuk menampilkan form pembuatan Billing SDA Non Migas.
    Cara Melakukan Pembayaran/Penyetoran PNBP Dengan SIMPONI

  4. Input data pada Form Pembuatan Billing K/L.
    Cara Melakukan Pembayaran/Penyetoran PNBP Dengan SIMPONI

    Cara Melakukan Pembayaran/Penyetoran PNBP Dengan SIMPONI

Penjelasan :
No Penjelasan
1 Kolom “No. billing” tidak perlu diisi karena nomor billing ini akan secara otomatis keluar ketika data sudah diinput semua dan klik simpan. Nomor billing ini terdiri dari 15 Digit angka.
2 Kolom “Tanggal billing” tidak perlu diisi karena otomatis keluar ketika data sudah diinput semua dan klik simpan. Tanggal billing ini merupakan tanggal dan waktu terbitnya kode billing.
3 Kolom “Tanggal Kadaluarsa” tidak perlu diisi karena otomatis keluar ketika data sudah diinput semua dan klik simpan. Tanggal kadaluarsa ini merupakan batas akhir kode billing masih dapat dibayarkan ke Bank/Pos Persepsi. Apabila sudah lewat dari tanggal tersebut maka kode billing tidak bisa ditransaksikan karena tidak akan muncul di layar ATM, Teller, Internet Banking dan EDC.
Perlu diingat bahwa tanggal kadaluarsa kode billing tersebut bukan merupakan tanggal jatuh tempo pembayaran PNBP.
4 Kolom “Nama Perusahaan” otomatis keluar sesuai dengan Nama Badan Usaha yang diinput saat registrasi SIMPONI.
Nama perusahaan ini wajib benar karena nama ini akan tercetak di Bukti Penerimaan Negara.
Nama Perusahaan tersebut tidak dapat diedit sehingga apabila ada kesalahan nama perusahaan silahkan registrasi kembali/ buat akun kembali dan isikan nama perusahaan yang benar pada Data Badan Usaha.
5 Data KL, Unit dan Satker otomatis terisi sesuai dengan pemilihan KL, Unit dan Satker saat Registrasi.
Data KL, Unit atau Satker tersebut dapat dilakukan edit melalui menu Manajemen User.
Pengguna SIMPONI seperti Perusahaan Tambang ketika akan bayar royalti maka pastikan KL : ESDM, namun apabila akan bayar PNBP Penggunaan Kawasan Hutan silahkan edit profile dengan memilih KL : Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
6 Kolom “Surat Perintah Pembayaran/Tagihan” ini bersifat opsional bisa diisi atau tidak diisi. Diisi apabila ada tagihan dari Kementerian Lembaga atas kekurangan/keterlambatan pembayaran PNBP.
Misal hasil audit BPKP atas perusahaan tambang terjadi kekurangan pembayaran PNBP Royalti, maka Kementerian ESDM akan mengeluarkan Surat Tagihan, selanjutnya berdasarkan tagihan tersebut Pengguna SIMPONI bisa mencantumkan nomor surat tagihan pada kolom Surat Perintah Pembayaran/Tagihan.
Perlu dicatat agar tidak menggunakan karakter khusus seperti (;, “, /, dll) saat pengisian kolom dimaksud, misalnya S-12/DJPMB/2012. Penggunaan karakter khusus dapat menyebabkan gagal simpan sehinggal tidak keluar kode billing.
7 Kolom “Mata Uang” dipilih sesuai jenis setoran. Apabila akan membayar PNBP dalam Rupiah maka pilih IDR dan apabila akan membayar PNBP dalam Valas Dolar Amerika maka pilih USD.
8 Kolom “Total Setoran” tidak perlu diisi karena akan keluar angka nominal secara otomatis ketika proses pembuatan billing sudah selesai.
9 Tanda “Tambah Baris” merupakan fasilitas SIMPONI untuk menambah baris dalam hal pengguna SIMPONI akan menyetor jenis PNBP lebih dari satu dalam 1 kode billing.

Misal Perusahan PKP2B akan menyetor Royalti dan Penjualan Hasil Tambang dalam 1 kode billing maka dibutuhkan 2 baris sehingga pengguna harus klik tambah baris.
10 “Hapus Baris” merupakan fasilitas SIMPONI untuk menghapus baris yang tidak dikehendaki pengguna misalkan baris berisi data yang salah.
11 Kolom “Lokasi SDA” diisi dengan memilih provinsi dan kabupaten tempat Sumber Daya Alam tersebut berada.
12 Kolom “Jenis Penerimaan” digunakan untuk memilih jenis PNBP yang akan disetor dengan klik tanda kotak hitam dibawah kata Jenis Penerimaan. Jenis penerimaan yang akan ditampilkan SIMPONI tergantung pada pemilihan Data KL sebagaimana kolom 5.
Contoh :
Pengguna SIMPONI adalah perusahaan PKP2B akan membayar PNBP Royalti dan Penjualan Hasil Tambang untuk batubara kalori sedang dan jenis tambang open pit. Setelah pengguna klik jenis penerimaan akan muncul sebagai berikut :

Cara Melakukan Pembayaran/Penyetoran PNBP Dengan SIMPONI
  • Pada baris 1, pengguna double klik pada Jenis PNBP berupa Penjualan Hasil Tambang
  • Pada baris 2, pengguna double klik pada jenis PNBP berupa Royalti Batubara Kalori >5100-6100 Maka tampilan detil pembayaran akan seperti dibawah ini…
    Cara Melakukan Pembayaran/Penyetoran PNBP Dengan SIMPONI
13 Kolom “Akun” akan otomatis terisi setelah pengguna SIMPONI memilih jenis penerimaan sebagaimana kolom 12.
14 Kolom “Tarif” akan otomatis terisi setelah pengguna SIMPONI memilih jenis penerimaan sebagaimana kolom 12.
15 Kolom “Harga” diisi sesuai harga penjualan sesuai ketentuan perundang-undangan. Dalam hal kolom tersebut tidak bisa diisi maka silahkan diabaikan
16 Kolom “Volume” diisi sesuai volume SDA Non Migas yang diproduksi/dijual.
17 Kolom “Satuan” akan otomatis terisi setelah pengguna SIMPONI memilih jenis penerimaan sebagaimana kolom 12.
18 Kolom “Jumlah” akan otomatis keluar nominal angka hasil perkalian antara tarif, harga dan volume. Namun apabila nominal angka pada kolom jumlah tidak sesuai dengan jumlah PNBP yang akan dibayar maka pengguna SIMPONI dapat melakukan perubahan dengan mengganti nominal angka pada kolom jumlah tersebut dengan nominal PNBP yang akan dibayar.
SIMPONI akan mengkonfirmasi pengguna dengan pertanyaan “Anda akan menghitung ulang? Apabila di jawab “Ya” maka angka pada kolom volume otomatis berubah menyesuaikan, tapi apabila dijawab “Tidak” maka angka pada kolom volume tidak akan berubah.
19 Kolom “Keterangan” digunakan apabila pengguna SIMPONI akan memberikan tambahan penjelasan atas PNBP yang disetor.
Contoh keterangan : “Pembayaran Royalti Bulan November 2015”.
20 Kolom “Jumlah Pembayaran” secara otomatis keluar nominal angka hasil penjumlahan dari nominal angka pada kolom 18 (kolom jumlah). Kolom ini terutama untuk membantu pengguna SIMPONI yang membayar banyak jenis PNBP dalam 1 kode billing.
21 Tanda “SIMPAN” digunakan untuk proses akhir pembuatan billing. Setelah data semua yang dinput pada form pembuatan billing benar maka proses terkhir klik SIMPAN dan SIMPONI secara otomatis akan menerbitkan kode billing.


Kode billing inilah yang dapat ditransaksikan melalui ATM, Teller, Internet Banking, atau EDC.

Contoh Tampilan Billing yang sudah selesai dibuat.
Cara Melakukan Pembayaran/Penyetoran PNBP Dengan SIMPONI

Contoh Tampilan billing SIMPONI yang sudah terbayar.
Cara Melakukan Pembayaran/Penyetoran PNBP Dengan SIMPONI

Contoh Tampilan "Detil" billing SIMPONI yang sudah terbayar.
Cara Melakukan Pembayaran/Penyetoran PNBP Dengan SIMPONI
Demikian semoga bermanfaat..

Jangan lupa like & share.. :)

Hak Cipta © 2014 Portal KPPN. All rights reserved.