Cara Bayar/Setor PNBP Di Simponi Tipe Billing KL

Cara Melakukan Pembayaran/Penyetoran PNBP Dengan Simponi Untuk Tipe Billing KL (Satker)

USER BILLING K/L merupakan jenis billing user yang digunakan oleh wajib bayar atau wajib setor (bendahara satker KL) untuk penyetoran PNBP fungsional dan PNBP Umum pada KL bersangkutan.

Cara Melakukan Pembayaran/Penyetoran PNBP Dengan SIMPONI

Bagaimana cara pembayaran/penyetorannya? Yuk simak langkah-langkah berikut ini:
  1. Silahkan login SIMPONI dengan User ID yang telah dibuat dan telah aktif. Jika belum memiliki User ID atau belum pernah mendaftar, lihat caranya pada tulisan Cara Melakukan Pendaftaran/Registrasi Di Simponi.
    Cara Melakukan Pembayaran/Penyetoran PNBP Dengan SIMPONI

  2. Tampilan setelah Login.
    Cara Melakukan Pembayaran/Penyetoran PNBP Dengan SIMPONI

    Keterangan :
    1. Menu Billing berisi menu pembuatan billing dan history billing;
    2. Menu Manajemen User berisi menu “Change Password” dan “Edit Profile”
    3. Menu Manajemen Report berisi Laporan Pembayaran PNBP dalam bentuk rekap
    4. Tanda (?) untuk menanyakan kepada admin SIMPONI apabila terdapat permasalahan terkait SIMPONI
    5. Tanda (x) digunakan untuk keluar atau logout dari SIMPONI.

  3. Klik menu "Pembuatan Billing (KL)" untuk menampilkan Form Pembuatan Billing KL.
    Cara Melakukan Pembayaran/Penyetoran PNBP Dengan SIMPONI

  4. Input Data pada Form Pembuatan Billing K/L.
    Cara Melakukan Pembayaran/Penyetoran PNBP Dengan SIMPONI

    Cara Melakukan Pembayaran/Penyetoran PNBP Dengan SIMPONI
Penjelasan :
  1. Kolom “No. Billing” tidak perlu diisi karena nomor billing ini akan secara otomatis keluar ketika data sudah diinput semua dan klik Simpan.
    Nomor billing ini terdiri dari 15 Digit angka.

  2. Kolom “Nama Wajib Bayar/Wajib Setor” otomatis terisi sesuai data yang diinput pada nama wajib bayar/wajib setor saat Registrasi.
    Apabila pengguna ingin mengubah nama wajib bayar/wajib setor maka dapat dilakukan melalui menu Manajemen User.
    Perlu diingat bahwa nama tersebut akan tercetak di Bukti Setor/ Bukti Penerimaan Negara apabila billing sudah terbayar.

  3. Kolom “Tanggal billing” tidak perlu diisi karena otomatis keluar ketika data sudah diinput semua dan klik Simpan.
    Tanggal billing ini merupakan tanggal dan waktu terbitnya kode billing

  4. Kolom “Tanggal Kadaluarsa” tidak perlu diisi karena otomatis keluar ketika data sudah diinput semua dan klik Simpan.
    Tanggal kadaluarsa ini merupakan batas akhir kode billing masih dapat dibayarkan ke Bank/Pos Persepsi. Apabila sudah lewat dari tanggal tersebut maka kode billing tidak bisa ditransaksikan karena tidak akan muncul di layar ATM, Teller, Internet Banking dan EDC.
    Perlu diingat bahwa tanggal kadaluarsa kode billing tersebut bukan merupakan tanggal jatuh tempo pembayaran PNBP.

  5. Data KL, Unit dan Satker otomatis terisi sesuai dengan pemilihan KL, Unit dan Satker saat Registrasi. Apabila dirasa KL, Unit atau Satker tersebut tidak tepat maka dapat dilakukan edit melalui menu Manajemen User.

  6. Kolom “Kelompok PNBP” ada dua pilihan yaitu Fungsional dan Umum. Apabila dipilih kelompok PNBP Fungsional maka SIMPONI akan memunculkan jenis-jenis PNBP Fungsional sesuai Peraturan Pemerintah mengenai jenis dan tarif PNBP pada KL yang bersangkutan. Sebaliknya, apabila dipilih PNBP Umum maka SIMPONI akan memunculkan jenis-jenis PNBP yang umum ada di Kementerian/Lembaga seperti Sewa BMN, Jasa Giro, TAYL, Denda Keterlambatan Penyelesaian Hasil Pekerjaan dll.

  7. Kolom “Mata Uang” dipilih sesuai jenis setoran. Apabila akan membayar/menyetor PNBP dalam Rupiah maka pilih IDR dan apabila akan menyetor PNBP dalam Valas Dolar Amerika maka pilih USD.

  8. Tanda “Tambah Baris” merupakan fasilitas SIMPONI untuk menambah baris dalam hal pengguna SIMPONI akan menyetor jenis PNBP lebih dari satu. Perlu diinformasikan bahwa 1 kode billing dimungkinkan beberapa jenis PNBP dan beberapa jenis akun.

  9. Tanda “Hapus Baris” merupakan fasilitas SIMPONI untuk menghapus baris yang tidak dikehendaki pengguna misalkan baris berisi data yang salah.

  10. Kolom “Wajib Bayar”
    • Dalam hal penyetor Bendahara Penerimaan maka kolom tersebut bisa diisi detil atau keterwakilan saja.
      Misalnya bendahara Polres ingin menyetor penerimaan SIM dimana dalam 1 hari ada pemohon SIM sebanyak 50 Orang, maka bendahara bisa menginput 50 nama pemohon tersebut sehingga harus klik tambah baris sebanyak 50 baris. Atau bisa juga membuat 1 baris saja untuk mewakili 50 orang lainnya, maka Bendahara Penerimaan cukup menginput salah satu nama pemohon saja misalnya Subandi. dkk, atau diwakili nama bendahara penerima.
    • Dalam hal pengguna SIMPONI langsung dari Wajib Bayar maka kolom wajib bayar tersebut diisi nama Wajib Bayar atau sama dengan isian kolom nomor 2.

  11. Kolom “Jenis Penerimaan” digunakan untuk memilih jenis PNBP yang akan disetor dengan klik tanda kotak hitam di bawah kata Jenis Penerimaan. Jenis penerimaan yang akan ditampilkan SIMPONI tergantung pada pemilihan Data KL sebagaimana kolom 5 dan pemilihan kelompok PNBP sebagaimana kolom 6.

    Misal pengguna SIMPONI memilih K/L : Kepolisian Negera RI dan kelompok PNBP Fungsional, maka ketika klik jenis penerimaan pada detil pembayaran akan muncul jenis-jenis PNBP pada Kepolisian Negara RI sebagai berikut :
    Cara Melakukan Pembayaran/Penyetoran PNBP Dengan SIMPONI
    Misalkan pengguna SIMPONI ingin memilih jenis PNBP berupa Penerbitan SIM A baru, maka silahkan double klik pada jenis tersebut.

  12. Kolom “Akun” akan otomatis terisi setelah pengguna SIMPONI memilih jenis penerimaan sebagaimana kolom 11.

  13. Kolom “Tarif” akan otomatis terisi setelah pengguna SIMPONI memilih jenis penerimaan sebagaimana kolom 11.

  14. Kolom “Volume” diisi sesuai volume jenis PNBP yang akan dibayar, misal Bendahara Polres akan menyetor PNBP berupa SIM dari jumlah pemohon SIM sebanyak 50 orang, maka di kolom volume bisa diisi angka 50.

  15. Kolom “Satuan” akan otomatis terisi setelah pengguna SIMPONI memilih jenis penerimaan sebagaimana kolom 11.

  16. Kolom “Jumlah” akan otomatis keluar nominal angka hasil perkalian antara tarif dan volume. Namun apabila nominal angka pada kolom jumlah tidak sesuai dengan jumlah PNBP yang akan dibayar/disetor maka pengguna SIMPONI dapat melakukan perubahan dengan mengganti nominal angka pada kolom jumlah tersebut dengan nominal PNBP yang akan dibayar/disetor.
    SIMPONI akan mengkonfirmasi pengguna dengan pertanyaan "Anda akan menghitung ulang?" Apabila di jawab “Ya” maka angka pada kolom volume otomatis berubah menyesuaikan, tapi apabila dijawab “Tidak” maka angka pada kolom volume tidak akan berubah.

  17. Kolom “Keterangan” digunakan apabila pengguna SIMPONI akan memberikan tambahan penjelasan atas PNBP yang disetor. Contoh keterangan : “Penyetoran SPP Mahasiswa Jurusan Akuntansi semester I Tahun 2015”.

  18. Kolom “Jumlah Pembayaran” secara otomatis keluar nominal angka hasil penjumlahan dari nominal angka pada kolom 16 (kolom jumlah). Kolom ini terutama untuk membantu pengguna SIMPONI yang menyetor banyak jenis PNBP dalam 1 kode billing.

  19. Tanda “SIMPAN” digunakan untuk proses akhir pembuatan billing. Setelah data semua yang dinput pada form pembuatan billing benar maka proses terkhir klik SIMPAN dan SIMPONI secaa otomatis akan menerbitkan kode billing.

Kode billing inilah yang dapat ditransaksikan melalui ATM, Teller, Internet Banking, atau EDC.

Contoh Tampilan Billing yang sudah selesai dibuat.
Cara Melakukan Pembayaran/Penyetoran PNBP Dengan SIMPONI

Contoh Tampilan Billing SIMPONI yang sudah terbayar.
Cara Melakukan Pembayaran/Penyetoran PNBP Dengan SIMPONI

Contoh tampilan "Detail" billing SIMPONI yang sudah terbayar.
Cara Melakukan Pembayaran/Penyetoran PNBP Dengan SIMPONI

Demikian cara pembayaran PNBP dengan SIMPONI untuk tipe biling K/L.



Jangan lupa like & share.. :)

Hak Cipta © 2014 Portal KPPN. All rights reserved.